METODE DAN STRATEGI PENDIDIKAN DALAM QURAN SURAH LUQMAN AYAT 1-19
TAFSIR TARBAWI
METODE DAN STRATEGI PENDIDIKAN (q.s luqman 1-19)
MOH FIRDAUS
mohfirdaus036@gmail.com
ABSTRAK: didalam al-quran terkandung seluruh aspek kehidupan. Ajaran yang terkandung dalam al-quran itu terdiri dari dua aspek besar. Yakni masalah akidah dan syari’ah. Masalah aqidah itu adalah masalah yang dimana berkaitan dengan keimanan. Sedangkan masalah syari’ah itu berkaitan dengan amal perbuatan.
Ajaran-ajaran yang berkenaan dengan iman, dibicarakan dalam alquran tidak sebanyak dengan ajaran yang berkenaan dengan amal perbuatan. Hal ini yang menunjukkan bahwa amal itulah yang paling banyak laksanakan. Sebab semua amal perbuatan manusia dalam hubungannya dengan Allah, dengan dirinya sendiri, dengan manusia sesamanya, dengan alam dan lingkungannya, dengan makhluk lainnya, termasuk dalam ruang lingkup amal shaleh (syaria’ah). Adapun istilah istilah yang digunakan untuk membicarakan ilmu tentang syariah adalah ibadah untuk perbuatan yang lansung berhubungan kepada allah, mu’amalah untuk perbuatan yang berhubungan dengan selain allah, dan akhlak yang menyangkut etika dan budi pekerti dalam pergaulan. Oleh karena pendidikan merupakan suatu upaya membentuk manusia seutuhya atau memanisiakan manusia, maka pendidikan tergolong perbuatan mu’amalah.
KATA KUNCI: surah luqman, metode, stategi, pendidikan.
PEMBAHASAN
a. Ayat dan terjemahan
b. Analisis mufradat
لقمان : seorang tukang kayu berkulit hitam الحكمة : kebijakan dan kecerdiakan العظة: mengingatkan dengan cara baik الوهن: lemah الفصال: menyapih الاصعر: memalingkan matab karena sombong مرحا: gembira yang diberangi rasa sombong المختل: orang yang bersikap angkuh dalam perjalanan الفخور: orang yang membanggakan harta dan kedudukan اقصد: bersika sederhana اغضض: rendahkanlah dan kurangilah انكرالاصوات: suara yang paling buruk.
c. Asbab nuzul
Asbab nuzul quran surah al-luqman, jika diruntut, banyak pesan-pesan moral yang terkandug didalamnya. Pasalnya, asbabun nuzul surah luqman berkaitan dengan banyak hal. Adapun asbabun nuzul quran surah luqman ayat 13-19 berkaitan dengan kurikulum pendidikan alam.
Dalam al-quran, kita dapat menjumpai beberapa konsep pendidikan yang berkualitas. Salah satunya kisah isnpiratif tentang dialog antara ayah dan anak dalam surah luqman ayat 13-19. Dimana interaksi keduanya sering dijadikan landasan filosofis dalam penerapan model pendidikan diberbagai tempat.
Sebab kisah inspiratif dalam surah luqman tersebut jika kita telaah lebih dalam, kita akan temukan model dan konsep yang menarik. Kegigihan Sang ayah (luqman) dalam memberikan nasihat kepada anaknya merupakan proses pengajaranyang sangat mulia. Dimana luqman diberikan hikmah oleh allah swt sebagai puncak keilmuan yang dimilikinya. Mengutip pendapat buya hamka, hikma tersebut adalh kesesuaian antara pengetahuan dan perbuatan.
Pada awalnya, surah luqman diturunkan berkaitan dengan permintaan orang quraisy yang menanyakan prihal kisah luqman hakim. Pada waktu itu, orang quraisy meminta rosulullah untuk menjelaskan kisah luqman hakim beserta anaknya. Kemudian turunlah surah luqman ayat 13-19.
Nasihat-nasihat luqman yang tersurat dalam al-quran menjadi bahan pengajaran serta petunjuk bagi umat mausia sampai sekarang. Pendidikan yang pertama kali luqman sampaikan kepada anaknya adalah berkaitan dengan syirik, perintah berbakti kepada orang tua, berbuat kebajikan, menjauhi larangan allah dan berakhlak muia.
d. Hadits terkait
Al-hafizh ath-tabrani meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada tsabit dan qais bin syamas, dia berkata,
“apabilah kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mintahlah kepada allah sebagian dari karunianya. Jika kamu mendengar ringkikan keledai maka berindunglah kepada allah dari setan sebeb keledai itu melihat setan.” )HR an-nasa’I dan jamaah kecuali ibnu maajah)
Perkataan luqman tentang tawadhu:
Diriwaytkan dari anas bin malik berkata, “aku mendengar rosulullah SAW. Bersabda,
Diriwayatkan dari anas r.a., dia berkata bahwa rosulullah SAW. Bersabda,
Mu’adz bin jabal berkata, “aku mendengar rosulullah SAW. Bersabda,
Perkataan luqman tentang perilaku yang baik
Diriwayatkan dari anas r.a.,
Diriwayatkan dari ibnu umar r.a.,
Diriwayatkan dari aisyah secara marfu’,
Diriwayatkan dari abu hurairah r.a.,
Diriwayatkan dari hasan bin ali bahwa rosulullah SAW. Bersabda,
Diriwayatkan dari abu hurairah secara marfu’
Diriwayatkan dari Abdullah umar secara marfu’,
Tentang congkak
e. Pendapat ulama/ahli
Menurut nasition (1982: 25), salah bentuk atau tanda keberhasilan dan membentuk karakter bangsa adalah bukan hanya membentuk kecakapan, kebiasaan, pengertian, sikap penguasa tetapi perubahan mengenai pengetahuan dalam diri individu belajar (supradi, 2015: 2).
Pendidikan menurut Herman Horn Amin adalah pendidikan proses abadi dari penyusuaian lebih tinggi dari makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan bersandar kepada tuhan seperti termafestasikan pada alam semesta, intelektual, emasional dan kemauan dari manusia.
f. Kandungan makna
Ayat 1-5 menjelaskan tentang:
Pembicaraan mengenai huruf yang terpotong-potong pada awal surah telah dikemukakan pada permulaan surah al-bagarah. Sesungguhnya allah taala menjadikan alquran ini sebagai petunjuk, penawar, dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik. Mereka adalah orang-orang yang membaguskan amal dalam mengikuti syariat. Karena itu, mereka mendirikan shalat yang dipardhukan selaras dengan batasan dan waktunya serta menyertai dengan shalat sunnah, baik yang rawatib maupun yang bukan. Mereka pun menunaikan zakat yang telah difardhukan atas mereka kepada para mustahiknya. Mereka bersilaturahmi kepada karib kerabat dan menyakini akan adanya negeri akhirat. Karena itu, mereka menyukai pahala perbuatan diatas karena allah. Barang siapa yang berbuat demikian dia termasuk orang-orang yang dikatakan allah sebagai “mereka itulah orang-orang yang berada diatas petunjuk dari tuhannya,” yakni berada diatas penjelasan, keterangan, dan manhaj yang terang lagi jelas. “dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” didunia dan akhirat.
Ayat 6-7 menjelaskan tentang:
Setelah allah taala menceritakan kondisi orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang beroleh petunjuk melalui kitab allah dan beroleh mamfaat dengan mendengarnya, sebagai mana firman allah ta’ala “allah telah menurunkan perkataan yang paling baik berupa kitab yang serupa lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada tuhannya, kemudia menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat allah. “(Az-Zumar: 23) maka dia menceritakan kondisi orang-orang yang celakah yaitu, orang-orang yang tidak beroleh mamfaat melalui penyimakan al-quran, justru mereka mengkonsentrasikan pendengarannya terhadap terompet, nyanyian, dan alat-alat music lainnya. Sehubungan dengan firman allah ta’alah,”dan diantara manusia ada orang yang membeli perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan allah tanpa pengetahuan, “ibnu mas’ud mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “perkataan yang tidak berguna” adalah nyanyian. Demikian pula menurut pendapat ibnu abbas, jabir, ikrima, dan yang lainnya. Sedangkan menurut adh-dhahak yang dimaksud dengan “ perkataan yang tidak berguna” itu ialah sirik. Penafsiran ini dipilih oleh ibnu jarir. Perkataan yang tidak berguna ialah ungkapan-ungkapan yang memalingkan manusia dari ayat-ayat allah dan jalannya.
Firman allah ta’ala, “untuk menyesatkan dari jalan allah” berarti dia berbuat demikian hanya untuk menyalahi islam dan pemeluknya. Firman allah ta’ala, “ dan menjadikannya sebagai olok-olok” berarti dia mengolok-olokannya.
Firman allah, “mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan,” yakni sebagai mana mereka telah menghinakan ayat-ayat allah, maka mereka juga akan dihinakan dengan azab yang terus menerus pada hari kiamat.
Kemudian allah ta’ala berfirman,”dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum pernah mendengarnya; seolah-olah pada kedua telinganya terdapat sumbatan. “apabila ayat-ayat al-quran dibacakan kepada orang-orang yang berkonsentrasi kepada sendagurau, permainan, dan nyanyian, maka dia berpaling dari ayat itu, membelakang, dan berpura-pura tuli. Sebenarnya dia tidak tuli karena pendengarannya tidak sakit dan tidak mengalami gangguan. “maka bergemberilah dia dengan azab yang pedih” pada hari kiamat. Azab itu memedihkannya sebagai mana dahulu dia merasa pedih jika mendengar kitab allah dan ayat-ayatnya. Tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan pembalasan yang setimpal dengan jenis perbuatannya. Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.
Ayat 8-9 menjelaskan tentang:
Inilah akhir cerita orang-orang yang beriman kepada allah, membenarkan para rasul, dan mengerjakan amal-amal saleh sesuai dengan tujuan allah bahwa “bagi mereka surge yang penuh kenikmatan”. Disurga mereka menikmati berbagai macam kelezatan yang tidak pernah terbetik dibenakseorang pun. Mereka kekal didalamnya dan mereka tidak menghendaki untuk berpindah darinya.
Firman allah ta’ala, “sesungguhnya janji allah yang hak,” yakni hal itu pasi terjadi. Allah tidak akan mengingkari janji karena dia maha pemurah lagi maha pemberi karunia, yang mngerjakan apa yang dia kehendaki, yang maha kuasa atas segala Sesuatu. “dan dialah yang maha perkasa,” yang menaklukkan segala sesuatu dan menundukkan kepada kekuasaanya, “lagi maha bijaksana” dalam berbagai perbuatan dan perkataanya yang menjadikan al-quran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman.
Ayat 10-11 menjelaskan tentang:
Melalui ayat ini allah menerangkan kekuasaannya yang besar atas penciptaan langit, bumi, perkara yang ada didalam keduanya, dan perkara yang ada diantara keduanya. Maka allah berfirman, “dia telah menciptakan langit tanpa tiang “baik terlihat maupun tidak. Penjelalasan masalah ini telah dikemukakan pada permulaan surah ar-ra’d sehinggah tidak perlu lagi diulang lagi disini. “dia menetapkan gunung-gunung dibumi” sebagai pasaknya agar bumi ini tidak menggoyangkan penghuninya. Karena itu, dia berfirman, “agar bumi tidak menggoyangkannya.”
Firman allah ta’ala, “dia mengembangbiakkan segala jenis binatang didalamnya” berarti di telah mengembangbiakkan berbagai jenis binatang yang tidak dapat diketahui jumlah, bentuk, dan jenisnya, kecuali oleh yang telah menciptakannya. Sesungguhnya dia telah mengingatkan manusia bahwa dialah yang maha pemberi rezeki melalui firmannya,” dan kami telah menurunkan air dari langit, lalu kamu menumbuhkan disana segala jenis tumbuhan yang baik,” yakni segala jenis tumbuh-tumbuhan.
Firman allah ta’ala, “inilah ciptaan allah” berarti ciptaan yang bersumber dari penciptaan allah, perbuatan, dan takdirnya semata, tiada sekutu baginya dalam penciptaan itu. Karenanya, allah ta’ala berfirman, “maka perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh orang-orang selain dia,” yaitu “orang-orang” berupa perkara yang kamu sembah dan seru selain allah seperti berhala dan tandingan. “sebenarnya orang-orang yang zalim itu, “yakni orang-orang yang menyukutan allah dan menyembah hal yang lain bersamanya” berada dalam kesesatan “,yakni kebodohan dan kebutaan “yang nyata”, terang, dan jelas.
Ayat 12 menjelaskan:
Para ulama salaf berikhtilaf mengenai luqman: apakah dia seorang nabi atau hambah allah yang saleh tanpa menerimah kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama mendapat bahwa dia adalah hambah allah yang saleh tanpa menerimah kenabian. Menurut ibnu abbas, luqman adalah seseorang hamba berkebangsaan hafsi yang berfropesi sebagai tukang kayu. Sementara jabir bin abdillah mengidentifikasi luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedagkan said bin musayap mengatakan bahwa luqman berasal dari kota sudan, memilki kekuatan, dan mendapat hikmah dari allah, namun dia tidak menerimah kenabian.
Selanjutnya, ibnu jarir berpendapat bahwa luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa hafsi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Satu kali, majikannya berkata kepada luqman, “sembeli domba ini untuk kami” lalu dia menyembelinya si majikan berkata, “ambillah bagian dagingnya yang terbaik” lalu luqman mengambil lidah dan hati dombah. Simajikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, “semebelilah dombah untuk kami” lalu dia menyembelinya. Simajikan berkata, “ambillah bagian daging domba yang terburuk” lalu luqman mengambil lidah dan hati dombah. Kemudian sih majikan berkata, aku menyuruhmu mengambil dua bagian dombah yang terbaik, lalu kamu melaksankannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian dombah yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama. Luqman berkata, “ sesungguhnya tiada perkara yang lebih baik dari pada lidah dan hatih jika keduanya baik dan tiada yang lebih buruk dari pada lidah dan hati jika keduanya buruk”
Suatu kali dia didatangi seseorang, lalu bertanya, “apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebijakan dalam bertutur?” luqman menjawab, “berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting.”
Dari keterangan diatas jelas bahwa luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu, mayoritas ulama salaf memandang luqman bukan sebagai nabi.
Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab, “hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang engkau katakan kepadamu, kamu pun akan berprestasi seperti aku. “lalu luqman berkata, “aku menjaga mengontrol pandanganku, menjaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu buat.”
Firman allah ta’ala, “sesungguhnya kami telah memberi luqman hikmah,” yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerimah wahyu. “yaitu, bersyukurlah kepada allah.” Yakni, kami menyuruhnya bersyukur kepada allah yang maha mulia lagi maha agung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu.
Kemudian allah berfirman, “barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri.” Sesungguhnya mamfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena allah berfirman, “dan barang siapa yang ingkar maka sesungguhnya allah maha kaya lagi maha terpuji.” Dia tidak membutuhkan hamba dan dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi inkar sebab dia tidak membutuhkan perkara selanjutnya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadanya.
Ayat 13-15 menjelaskan tentang:
Allah ta’ala memberitahukan tentang pesan lukman kepada anaknya. Nama lengkap lukman ialah lukman ibn anqa’bin sadun, sedang anaknya bernama taran. Demikianlah menurut kisah yang dikemukakan oleh ash suhaili. Pertama tama lukman berpesan agar anaknya menyembah allah yang esa,tiada sekutu baginya. Kemudian dia mewanti wanti anaknya bahwa “sesungguhnya menmpersekutukan itu benar-benar merupakan kezaliman yang besar.” Sirik merupakan perbuatan terzalim diantara kezaliman.
Kemudian lukman membarengkan pesan beribadah kepada allah yang esa dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Dalam surah ini allah berfirman, “dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah,” yakni semakin bertambah lemah. Ayat “hendaklah para ibu menyusui anaknya dua tahun penuh, bagi siapa yang hendak menyempurnakan peyusuan.” (al baqarah: ayat 233) dari ayat ini, ibnu abbas menyimpulkan bahwa masa minimal kehamilan ialah enam bulan, sebab dalam ayat lain allah berfirman, “mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” Allah menceritakan bahwa perawatan ibu, keletihan, dan kesulitannya terjadi siang dan malam selama bulan-bulan tersebut. Penceritaan ini dimaksudkan agar anak senantiasa teringan akan kebaikan ibu yang telah diberikan kepadanya. Karena itu, allah ta’ala berfirman, “bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya akulah tempat kembali,” karna aku akan membalaskanmu dengan balasan yang banyak.
Firman allah ta’ala, “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui maka janganlah kamu menaati keduanya.” Jika kedua kedua orang tua memaksamu agar mengikuti agamanya maka janganlah menaatinya. Namun, hal itu jangan menghalangimu untuk berbuat baik kepada keduanya. “ ikutilah jalan orang yang kembali kepadaku,” yaitu jalan kaum mukmin. “ kemudian kepada akulah tempat kamu kembali, lalu aku beritahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.”
Dalam kitabul ‘isylah, tabrani meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada sa’ad bin malik, dia berkata, “ ayat” dan apabila keduanya memaksamu …’ diturunkan berkenaan denganku. Dahulu aku seorang laki-laki yang berbakti kepada ibuku. Setelah masuk islam, ibuku berkata, ‘hai sa’ad apa yang kulihat padamu telah mengubahmu. Kamu harus menunggalkan agamamu ini atau aku tidak akan makan dan minum hinggah aku mati. Lalu kamu dipermalukan karenanya dan dikatakan, “hai pembunuh ibu!” aku menjawab, hai ibu, jangan lakukan itu. Sungguh aku tidak akan meninggalkan agamaku ini karena apapun.” Selama sehari semalam dia tidak makan sehingga dia menjadi letih. Tindakannya ini berlanjut hinggah tiga hari sehinggah tubuhnya menjadi letih sekali. Setelah aku melihatnya demikian, aku berkata, ‘ hai ibuku, ketahuilah. Demi allah, jika kamu punya seratus nyawa lalu kamu menghembuskannya satu demi satu maka aku tidak akan meninggalkan agamaku ini karena apapun . engkau dapat makan maupun tidak sesuai dengan kehendakmu. ‘akhirnya, dia pun makan.”
Ayat 16-19 menjelaskan tentang:
Pesan-pesan ini sangat bermamfaat. Pesan ini dikisahkan allah melalui luqmanul hakim agar diteladani dan diikuti oleh manusia. Luqman berkata, “hai anakku, sesungguhnya walaupun ia seberat biji sawi.” Maksudnya, jika kezaliman atau kesalahan itu seberat biji sawi , “niscaya allah akan menampilkannya” pada hari kiamat, lalau membalasnya. Jika seberat biji sawi itu kebaikan maka akan dibalas dengan kebaikan dan bila keburukan maka dibalas pula dengan keburukan. Penggalangan ini seperti firman allah, “barangsiapa yang melakukan kebaikan seberat zarah maka dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang melakukan keburukan seberat zarah maka dia akan melihatnya.” (Az-Zalzalah; 7-8) walaupun zarah itu samar dan tersembunyi diperalatan langit dan bumi, niscaya akan ditampilkan oleh zat yang tidak ada satu kesamaran pun baginya. Karena itu, dia berfirman, “sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui.” Yakni, maha halus pengetahuannya atas berbagai perkara yang lembut dan halus, dan maha mengetahui terhadap segala sesuatu, termasuk pada sayap nyamuk didalam gulita. Segala makhluk, baik yang terliahat maupun tidak, adalah diketahui allah.
“hai anakku, dirikin shalat” sejalan dengan kewajiban, hukum, rukun, dan waktunya. “dan suruhlah mansuia mengerjakan yang baik cegahlah dari perbuatan yang munkar” sesuai dengan kesanggupanmu “serta bersabarlah terhadap apa yang menipumu”, sebeb orang yang menyuru terhadap jalan allah, pasti terhadap gangguan. “sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang tetapkan.” Sesungguhnya kesabaran dalam menghadapi gangguan manusia merupakan ketetapan yang diberikan allah kepada para dai.
Firman allah, “dan jangalah kamu memalingkan mukamu dari manusia.” Asal makna sha’ara ialah penyakit yang menimpa leher unta hingga kepalanya borong dan tegang. Lalu unta yang demikian diserupakan dengan orang sombong yang memalingkan wajahnya dari khalayak, tatkala dia berkata kepada mereka atau sebaliknya, karena memandang mereka hina dank arena kesombongannya. Sesungguhnya allah melarang berbuat demikian.
Firman allah, “dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh,” yakni dengan congkak dan sombong. Janganlah kamu berbuat demikian. Allah akan memurkaimu. Karena itu, dia berfirman, “sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membangkan diri ,” yakni yang kagum kepada dirinya dan besar kepala atas orang lain. Penggalan ini seperti firman allah ta’ala, “dan jangalah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhny kamu tidak akan mampu menembus bumi dan mencapai setinggi gunung.” (Al-Isra: 37)
Firman allah ta’ala, “dan sederhanalah kamu dalam berjalan, yakni tidak lambat tidak pula cepat, namun pertengahan diantara keduanya. Firman allah ta’ala, “dan lunakkanlah suaramu.” Yakni, janglah kamu meninggihkan suara tanpa guna. Karena itu, dia berfirman, “sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” Yakni, tiada suruh yang buruk selain suara yang keras yang diserupakan dengan suara keledai dalam hal melengking dan kerasnya. Disamping buruk, hal itu juga dimurkai disisi allah ta’ala. Penyerupaan suara keras dan suara keledai menetapkan keharaman dan ketercelaannya.
g. Pesan-pesan pendidikan
Pesan pendidikan yang dapat kita ambil dari quran surah luqman: 1-19 yakni dari perkataan luqman kepada anaknya, “hai anakku, kebijakan itu mendudukkan kaum miskin dimajelis para raja. Hai anakku, jika kamu mendatangi suatu perkumpulan manusia, lepaskanlah kepada mereka panah islam, yaitu salam. Kemudian duduklah disisi mereka. Jangalah kamu berbicara hinggah mereka selesai berbicara. Jika mereka tercurah kedalam dzikrullah, tahanlah panahmu bersama mereka ke kaum yang lain .
Selain itu, kita harus tawadhu, berperilaku yang baik, dan congkak.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Luqman merupakan potret orang tua dalam mendidik anaknya dalam menekankan pada ajaran keimanan dan akhlak mulia.
2. Untuk mencapai atau mendapatkan anak yang berkualitas luqman al hakim menggunakan beberapa stategi atau metode dalam mendidik anaknya, yaitu:
a. Pendidikan dengan keteladanan
b. Pendidikan dengan adat kebiasaan
c. Pendidikan dengan nasihat
d. Pendidikan dengan memeberi perhatian
e. Pendidikan dengan memberikan hukuman
3. Setidaknya ada enam konsep pendidikan yang dapat diambil dari kisah luqman ini yang dapat dijadikan sebagai dasar dan acuan dalam mendidik anak. Keenam konsep itu ialah:
a. Pendidikan tauhid atau aqidah
b. Pendidikan ibadah
c. Pendidikan moral
d. Pendidikan etika
e. Pendidikan kepribadian
f. Pendidikan kasih saying
Enam konsep pendidikan tersebut sebagai tujuan pendidikan model luqman al-hakim dan itulah pendidikan islam, akan membentuk pribadi manusia yang sempurna, berilmu, bertanggung jawab, amanat, dan tegak berdiri sebagai manusia berpribadi luhur atau bertaqwa.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Nasib ar-Rifa’I, Taisiru Al-Aliyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Inu Katsir, (Jakarta: GEMA INSANI PRESS, 1999) jilid 3, hal 783-793.
METODE DAN STRATEGI PENDIDIKAN (q.s luqman 1-19)
MOH FIRDAUS
mohfirdaus036@gmail.com
ABSTRAK: didalam al-quran terkandung seluruh aspek kehidupan. Ajaran yang terkandung dalam al-quran itu terdiri dari dua aspek besar. Yakni masalah akidah dan syari’ah. Masalah aqidah itu adalah masalah yang dimana berkaitan dengan keimanan. Sedangkan masalah syari’ah itu berkaitan dengan amal perbuatan.
Ajaran-ajaran yang berkenaan dengan iman, dibicarakan dalam alquran tidak sebanyak dengan ajaran yang berkenaan dengan amal perbuatan. Hal ini yang menunjukkan bahwa amal itulah yang paling banyak laksanakan. Sebab semua amal perbuatan manusia dalam hubungannya dengan Allah, dengan dirinya sendiri, dengan manusia sesamanya, dengan alam dan lingkungannya, dengan makhluk lainnya, termasuk dalam ruang lingkup amal shaleh (syaria’ah). Adapun istilah istilah yang digunakan untuk membicarakan ilmu tentang syariah adalah ibadah untuk perbuatan yang lansung berhubungan kepada allah, mu’amalah untuk perbuatan yang berhubungan dengan selain allah, dan akhlak yang menyangkut etika dan budi pekerti dalam pergaulan. Oleh karena pendidikan merupakan suatu upaya membentuk manusia seutuhya atau memanisiakan manusia, maka pendidikan tergolong perbuatan mu’amalah.
KATA KUNCI: surah luqman, metode, stategi, pendidikan.
PEMBAHASAN
a. Ayat dan terjemahan
الم. تِلْكَ ءَايَتُ الْكِتَبِ الْحَكِيْمِ. هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِيْنَ. الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلَوْةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكَوْةَ وَهُمْ بِالْأَخِرَةِهُمْ يُوْقِنُوْنَ. أُوْلَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ.
alif laam miim (1) inilah ayat-ayat al-kitab yang mengandung hikmah,(2) merupakan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik. (3) (yaitu) orang orang yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat, sedang mereka menyakini akhirat. (4) mereka itulah orang-orang yang berada diatas petunjuk dari tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(5)
ومن الناس من يشترى لهوالحديث ليضل عن سبيل الله بغيرعلم ويتخذ هاهزوا أولئك لهم عذاب مهين. واذاتتلى عليهه ءايتناولى مستبكبراكأن لم يسمعها كأن فى أذنيه وقرا فبشره بعذاب أليم.
dan diantara manusia (ada) orang yang membeli perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan allah tanpa pengetahuan dan menjadikannya sebagai olok-olok. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinikan. (6) dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum pernah mendengarnya; seolah-olah pada ketua telingahnya terdapat sumbatan maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.(7)
ان الذينءامنواوعملواالصلحت لهم جنتالنعيم. خلدين فيها وعدالله حقا وهوالعزيزالحكيم.
sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan amal saleh, bagi mereka surga yang penuh kenikmatan, (8) sedang mereka kekal didalamnya; sebagai janji allah yang hak. Dan dialah mahaperkasa lagi maha bijaksana. (9)
خلق السموت بغير عمد ترونها وألقى فى الأرض روسى أن تميد بكم وبث فيها من كل دابه وأنزلنا من السماء ماء فأنبتنا فيها من كل زوح كريم. هذا خلق الله فأرونى ماذا خلق الذين من دونه بل الظلمون فى ضلل مبين.
dia telah menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya. Dia menetapkan gunung-gunung dibumi agar bumi tidak menggoyangkanmu. Dia mengembangbiakkan segala jenis binatang didalamnya. Dan kami telah menurunkan air dari langit, lalu kami menumbuhkan disana segala jenis tumbuh-tumbuhan yang baik.(10) inilah ciptaan Allah. Maka perlihatkanlah kepada-ku apa yang telah diciptakan oleh orang-orang selain dia. Sebenarnya orang-orang zalim itu berada dalam kesesatan yang nyata.(11)
ولقد ءاتينا الحكمة أن اشكرلله ومن يشكر فاءنما يشكر لنفسه ومن كفر فاءن الله غنى حميد.
sesungguhnya kami telah memberi luqman hikmah, yaitu, “bersyukurlah kepada allah. Barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhya allah makanya lagi maha terpuji.”(12)
واذقا لقمن لابنه وهو يعظه, يبنى لاتشرك بالله ان الشرك لظلم عظيم. ووصيناالانسن بولديه حملته أمه, وهناعلى وهن وفصله, فى عامين أن اشكرلى ولولديك الى المصير. وان جهداك على أن تشرك بى ماليس لك به, علم فلا تطعهما وصا حبهمافى الدنيا معروفا واتبع سبيل من أنا ب الى ثم الى مرجعكم فأنبئكم بما كنتم تعملون.
dan ketika luqman berkata kepada anaknya pada saat dia saat memberi pelajaran kepadanya,” hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan itu benar-benar merupakan kezaliman yang besar.:(13) dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tua. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapiknya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya akulah tempat kembali.(14) dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, jangalah kamu menaati keduanya, namun bergaullah dengan keduanya didunia secara baik. Ikutilah jalan orang yang kembali kepadaku. Kemudian kepada akulah tempat kamu kembali, lalu aku beritahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.(15)
يبنى انها ان تك مثقال حبة من خردل فتكن فى صخرةأو فى السموت أوفى الأرض يأت بهاالله ان الله لطيف خبير. يبنى أقم الصلوة وأمر بالمعروف وانه عن المنكر واصبر على ماأصابك ان ذلك من عزم الأمور. ولاتصعر خدك للناس ولاتمش فى الأرض مرحا ان الله لا يحب كل مختال فخور. واقصد فى مشيك واغضض من صوتك ان أنكرا لأصوت لصوت الحمير.
hai anakku, sesungguhnya walaupun ia seberat biji sawi dan berada dalam batu atau dilangit atau didalam bumi, niscaya allah akan menampilkannya. Sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui.(16) hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah dari perbuatan yang munkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpahmu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang ditetapkan.(17) dan jangalah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(18) dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.(19)b. Analisis mufradat
لقمان : seorang tukang kayu berkulit hitam الحكمة : kebijakan dan kecerdiakan العظة: mengingatkan dengan cara baik الوهن: lemah الفصال: menyapih الاصعر: memalingkan matab karena sombong مرحا: gembira yang diberangi rasa sombong المختل: orang yang bersikap angkuh dalam perjalanan الفخور: orang yang membanggakan harta dan kedudukan اقصد: bersika sederhana اغضض: rendahkanlah dan kurangilah انكرالاصوات: suara yang paling buruk.
c. Asbab nuzul
Asbab nuzul quran surah al-luqman, jika diruntut, banyak pesan-pesan moral yang terkandug didalamnya. Pasalnya, asbabun nuzul surah luqman berkaitan dengan banyak hal. Adapun asbabun nuzul quran surah luqman ayat 13-19 berkaitan dengan kurikulum pendidikan alam.
Dalam al-quran, kita dapat menjumpai beberapa konsep pendidikan yang berkualitas. Salah satunya kisah isnpiratif tentang dialog antara ayah dan anak dalam surah luqman ayat 13-19. Dimana interaksi keduanya sering dijadikan landasan filosofis dalam penerapan model pendidikan diberbagai tempat.
Sebab kisah inspiratif dalam surah luqman tersebut jika kita telaah lebih dalam, kita akan temukan model dan konsep yang menarik. Kegigihan Sang ayah (luqman) dalam memberikan nasihat kepada anaknya merupakan proses pengajaranyang sangat mulia. Dimana luqman diberikan hikmah oleh allah swt sebagai puncak keilmuan yang dimilikinya. Mengutip pendapat buya hamka, hikma tersebut adalh kesesuaian antara pengetahuan dan perbuatan.
Pada awalnya, surah luqman diturunkan berkaitan dengan permintaan orang quraisy yang menanyakan prihal kisah luqman hakim. Pada waktu itu, orang quraisy meminta rosulullah untuk menjelaskan kisah luqman hakim beserta anaknya. Kemudian turunlah surah luqman ayat 13-19.
Nasihat-nasihat luqman yang tersurat dalam al-quran menjadi bahan pengajaran serta petunjuk bagi umat mausia sampai sekarang. Pendidikan yang pertama kali luqman sampaikan kepada anaknya adalah berkaitan dengan syirik, perintah berbakti kepada orang tua, berbuat kebajikan, menjauhi larangan allah dan berakhlak muia.
d. Hadits terkait
لَمَّا نَزَلَتْ: اَلذين اَمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ. شَقَّ ذَلِكَ عَلَ أَصْحَابِ رَسُوْلِﷲِ ﷺ وَقَالُوْا اَيُّنَا لَمْ يُلْبِسْ اِيْمَانَهُ بِظُلْمٍ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ ﷲِ ﷺ : اِنَّهُ لَيْسَ بِذَلِكَ أَلاَ تَسْمَعُ اِلَى قَولِ لُقْمَانِ: يَابُنَيَّ لَاتَشْرِكْ بِاللهِ اِنَّ الشَّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ. (رواه البخاري)
“Tatkala ayat, ‘orang orang yang beriman dan mereka tidak mencampuri keimanannya dengan kezaliman’ diturunkan maka terasa beratlah bagi para sahabat rosulullah. Mereka berkata, ‘siapa diantara kami yang tidak mencampuri keimanannya dengan kezaliman? ‘maka rosulullah SAW. Bersabda, ‘maksud ayat itu bukanlah demikian. Apakah kamu tidak menyimak ucapan luqman yang berbunyi, ‘hai anakku, janganlah kamu menyekutukan allah. Sesungguhnya menyukutukan itu benar-benar merupakan kezaliman yang besar.” (HR Bukhari)Al-hafizh ath-tabrani meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada tsabit dan qais bin syamas, dia berkata,
ذُكِرَ اْلكِبْرُ عِنْدَ رَسُوْلِﷲِﷺ فَشَدَّدَ فِيْهِ فَقَالَ: اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: وَاللهِ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنِّيْ لَأَغْسِلُ ثِيَابِيْ فَيُعْجِبُنِيْ بَيَاضُهَا, وَيُعْجِبُنِيْ شِرَاكُ نَعْلِيْ, وَعَلَاقَةُ سَوْطِيْ, فَقَالَ: لَيْسَ ذَلِكَ الْكِبْرُ, اِنَّمَا الْكِبْرُأَنْ تُسَفِّهَ الْحَقَّ وَتَغْمُطَ النَّاسِ
“masalah kesombongan disebutkan disisi rosulullah. Lalu beliau memperingatkannya dengan keras seraya membaca ayat, ‘sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ‘lalu ada seorang berkata, ‘demi allah. Wahai rosulullah, jika aku mencuci bajuku maka kagumlah aku akan warnanya yang putih. Aku akan kagum terhadap bunyi sandalku dan gantungan cemetiku. ‘beliau bersabda, ‘yang demikian itu bukan sombong. Sombong ialah bila kamu melecehkan kebenaran dan menyepelekan manusia.”
لَيْسَ لَنَ مَشَلُ السُّوْءِ...اَلْعَائِدُفِيْ هِبَتِهِ كَالْكَلْبُ يُقَيِّءُثُمَّ يَعُوْدُفِيْ قَيْئِهِ
“kita tidak memilki perumpamaan terburuk... orang yang mengambil kembali harta yang dihibahkannya adalah seperti anjing muntap, lalu memakan kembali muntabannya.” (HR an-nasa’I dan jamaah kecuali ibnu maajah)
اِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدَّيْكَةِ فَاسْأَلُوْا االله مِنْ فَضْلِهِ, وَاِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيْقَ الْهَمِيْرِ, فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ (روااه النسائي ولجماعة سوى ابن ماجه
“apabilah kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mintahlah kepada allah sebagian dari karunianya. Jika kamu mendengar ringkikan keledai maka berindunglah kepada allah dari setan sebeb keledai itu melihat setan.” )HR an-nasa’I dan jamaah kecuali ibnu maajah)
اِنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيْمِ كَانَ يَقُوْلُ: اِنَّ الله اِذَا اسْتَوْدَعَ شَيْئًا حَفِظَهُ (رواه أحمد
“luqmanul hakim berkata, ‘sesungguhnya jika allah menitipkan sesuatu maka dia memiliharanya.’” (HR Ahmad)
قَالَ لُقْمَانُ الْحَكِيْمِ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظهُ : يَابُنَيَّ اِيَّاكَ وَالتَّقَنُّعَ, فَاِنَّهُ مُخَوَّفَةٌ بِاللَّيْلِ مَذَمَّةٌ بِالنَّهَارِ.
“luqmanul hakim berkata kepada anaknya ketika menasehatinya, ‘hai anakku, janganlah kamu bertopeng karena pada malam hari menakutkan dan paa siang hari dicela.’”Perkataan luqman tentang tawadhu:
Diriwaytkan dari anas bin malik berkata, “aku mendengar rosulullah SAW. Bersabda,
رُبَّ أَشْعَثَ ذِيْ طَمْرُيْنِ يُصْفَعُ عَنْ أَبْوَابِ النَّاسِ اِذَا أَقْسَمَ عَلَ اللهِ لَأَبَرَّهُ.
“mungkin seorang yang berrambut kusut dan mengenakan dua helai kain lusu yang dihalau dari pintuh rumah orang. Jika dia bersumpah atas nama allah niscaya dia diperkenangkan.”Diriwayatkan dari anas r.a., dia berkata bahwa rosulullah SAW. Bersabda,
طُوْبَى لِلأَتْقِيَاءِ الأَثْرِيَاءِ الَّذِيْنَ اِذَا حَضَرُوْالَمْ يُعْرَفُوْا, وَاِذَا غَابُوْا لَمْ يُفْتَقَدُوْا,أُوْلَئِكَ مَصَا بِيْحُ مُجَرَّدُوْنَ مِنْ كُلَّ فِتْنَةٍ غَبْرَاءٍ مُشَتَّتَةٍ.
“berbahagialah orang-orang yang bertaqwa lagi kaya raya. Bila mereka hadir maka tidak dikenali dan bila tiada maka orang lain tidak merasa kehilangan. Mereka itulah pelita yang bebas dari segala fitna yang merupakan mala petaka yang besar (debu kegelapan).”Mu’adz bin jabal berkata, “aku mendengar rosulullah SAW. Bersabda,
اِنَّ الْيَسِيْرَ مِنَ الرَّيَاءِ شِرْكٌ, وَاِنَّ اللهُ يُحِبُّ الْأَتْقِيَاءَ الْأَخْفِيَاءَ الْأَثْرِيَاءَ الَّذِيْنَ اِذَا غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوْا, وَاِذَا حَضَرُوْا لَمْ يُعْرَفُوْا قُلُو بُهُمْ مَصَابِيْحُ الْهُدَى يَنْجُوْنَ مِنْ كُلَّ غُبَرَاءٍ مُظْلِمَةٍ
“Riya yang sedikit itu merupakan syirik. Allah menyukai oran-orang yang bertaqwa, yang tidak menonjolkan diri, dan kaya. Bila mereka tiada maka orang lain tidak merasa kehilangan dan bila mereka hadir maka tidak dikenali. Hati mereka bagaikan pelita petunjuk. Mereka selamat dari segala debu kegelapan (mala petaka besar).’”Perkataan luqman tentang perilaku yang baik
Diriwayatkan dari anas r.a.,
كَانَ رَسُوْلِ اللهِ ﷺ مِنْ أَحْسَنِ النَّاسِ خُلُقًا
“rosulullah SAW. Adalah manusia yang paling bagus akhlaknya.”Diriwayatkan dari ibnu umar r.a.,
قِيْلَ يَارَسُوْلُ الله أَيُّ الْمُؤْ مِنِيْنَ أَفْضَلُ؟ قَالَ أَحْسَنُهُمْ أَخْلاَقٌ
“ditanyakan, ‘ya rosulullah, siapa mukmin yang paling utama?’ beliau menjawab, ‘mukmin yang paling baik akhlaknya.’”Diriwayatkan dari aisyah secara marfu’,
اِنَّ الْعَبْدَ لَيَبْلُغُ بُخُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ
“seorang hamba benar-benar dengan akhlaknya yang baik dapat mencapai derajat orang yang pada malam harinya sholat dan siangnya shaum.”Diriwayatkan dari abu hurairah r.a.,
سُئِلَ رَسُوْلُ الله ﷺ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“rosulullah SAW. Ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia kedalam surge. Beliau menjawab, ‘ketaqwaan kepada allah dan akhlak yang mulia.’ Beliau ditanya tentang amal paling banyak memasukkan manusia kedalam neraka. Maka beliau menjawab, ‘yaitu dua lubang: mulut dan kemaluan.’”Diriwayatkan dari hasan bin ali bahwa rosulullah SAW. Bersabda,
اِنَّ اللهَ لَيُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الثَّوَابِ عَلَى حُسْنِ الْخُلُقِ كَمَا يُعْطِي الْمُجَاهِدَ فِي سَبِيْلِ اللهِ يَغْدُو عَلَيْهِ الْأَجْرُ وَيَرُوحُ
“Allah akan memberikan hamba pahala karena kebaikan akhlaknya sebagai mana dia memberi pahala orang yang berhijad dijalan allah. Pagi dan petang dia beroleh pahala.”Diriwayatkan dari abu hurairah secara marfu’
اِنَّكُمْ لَاتَسَعُوْنَ النَّاسَ بِأَمْوَ الِكُمْ, وَلَكِنْ يَسَعُهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ وُجُوْهٍ وَحُسْنُ خُلُقٍ
“kamu tidak dapat memuaskan manusia dengan bertamu, namun dapat memuaskan mereka dengan keramahan (waja yang ceria) dan kebaikan akhlakmu.”Diriwayatkan dari Abdullah umar secara marfu’,
مَنْ كَنَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ أَكَبَّهُ الله عَلَى وَجْهِهِ فِي النَّارِ
“Barang siapa yang didalam hatinya ada kesombongan maka allah akan menjerumuskannya kedalam posisi tertelungkup.”Tentang congkak
مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرِالله اِلَيْهِ
“Barang siapa yang menyeret kainnya karena congkak, maka allah tidak akan memandang kepadanya.”e. Pendapat ulama/ahli
Menurut nasition (1982: 25), salah bentuk atau tanda keberhasilan dan membentuk karakter bangsa adalah bukan hanya membentuk kecakapan, kebiasaan, pengertian, sikap penguasa tetapi perubahan mengenai pengetahuan dalam diri individu belajar (supradi, 2015: 2).
Pendidikan menurut Herman Horn Amin adalah pendidikan proses abadi dari penyusuaian lebih tinggi dari makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan bersandar kepada tuhan seperti termafestasikan pada alam semesta, intelektual, emasional dan kemauan dari manusia.
f. Kandungan makna
Ayat 1-5 menjelaskan tentang:
Pembicaraan mengenai huruf yang terpotong-potong pada awal surah telah dikemukakan pada permulaan surah al-bagarah. Sesungguhnya allah taala menjadikan alquran ini sebagai petunjuk, penawar, dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik. Mereka adalah orang-orang yang membaguskan amal dalam mengikuti syariat. Karena itu, mereka mendirikan shalat yang dipardhukan selaras dengan batasan dan waktunya serta menyertai dengan shalat sunnah, baik yang rawatib maupun yang bukan. Mereka pun menunaikan zakat yang telah difardhukan atas mereka kepada para mustahiknya. Mereka bersilaturahmi kepada karib kerabat dan menyakini akan adanya negeri akhirat. Karena itu, mereka menyukai pahala perbuatan diatas karena allah. Barang siapa yang berbuat demikian dia termasuk orang-orang yang dikatakan allah sebagai “mereka itulah orang-orang yang berada diatas petunjuk dari tuhannya,” yakni berada diatas penjelasan, keterangan, dan manhaj yang terang lagi jelas. “dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” didunia dan akhirat.
Ayat 6-7 menjelaskan tentang:
Setelah allah taala menceritakan kondisi orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang beroleh petunjuk melalui kitab allah dan beroleh mamfaat dengan mendengarnya, sebagai mana firman allah ta’ala “allah telah menurunkan perkataan yang paling baik berupa kitab yang serupa lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada tuhannya, kemudia menjadi tenang kulit dan hati mereka pada waktu mengingat allah. “(Az-Zumar: 23) maka dia menceritakan kondisi orang-orang yang celakah yaitu, orang-orang yang tidak beroleh mamfaat melalui penyimakan al-quran, justru mereka mengkonsentrasikan pendengarannya terhadap terompet, nyanyian, dan alat-alat music lainnya. Sehubungan dengan firman allah ta’alah,”dan diantara manusia ada orang yang membeli perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan dari jalan allah tanpa pengetahuan, “ibnu mas’ud mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “perkataan yang tidak berguna” adalah nyanyian. Demikian pula menurut pendapat ibnu abbas, jabir, ikrima, dan yang lainnya. Sedangkan menurut adh-dhahak yang dimaksud dengan “ perkataan yang tidak berguna” itu ialah sirik. Penafsiran ini dipilih oleh ibnu jarir. Perkataan yang tidak berguna ialah ungkapan-ungkapan yang memalingkan manusia dari ayat-ayat allah dan jalannya.
Firman allah ta’ala, “untuk menyesatkan dari jalan allah” berarti dia berbuat demikian hanya untuk menyalahi islam dan pemeluknya. Firman allah ta’ala, “ dan menjadikannya sebagai olok-olok” berarti dia mengolok-olokannya.
Firman allah, “mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan,” yakni sebagai mana mereka telah menghinakan ayat-ayat allah, maka mereka juga akan dihinakan dengan azab yang terus menerus pada hari kiamat.
Kemudian allah ta’ala berfirman,”dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum pernah mendengarnya; seolah-olah pada kedua telinganya terdapat sumbatan. “apabila ayat-ayat al-quran dibacakan kepada orang-orang yang berkonsentrasi kepada sendagurau, permainan, dan nyanyian, maka dia berpaling dari ayat itu, membelakang, dan berpura-pura tuli. Sebenarnya dia tidak tuli karena pendengarannya tidak sakit dan tidak mengalami gangguan. “maka bergemberilah dia dengan azab yang pedih” pada hari kiamat. Azab itu memedihkannya sebagai mana dahulu dia merasa pedih jika mendengar kitab allah dan ayat-ayatnya. Tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan pembalasan yang setimpal dengan jenis perbuatannya. Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.
Ayat 8-9 menjelaskan tentang:
Inilah akhir cerita orang-orang yang beriman kepada allah, membenarkan para rasul, dan mengerjakan amal-amal saleh sesuai dengan tujuan allah bahwa “bagi mereka surge yang penuh kenikmatan”. Disurga mereka menikmati berbagai macam kelezatan yang tidak pernah terbetik dibenakseorang pun. Mereka kekal didalamnya dan mereka tidak menghendaki untuk berpindah darinya.
Firman allah ta’ala, “sesungguhnya janji allah yang hak,” yakni hal itu pasi terjadi. Allah tidak akan mengingkari janji karena dia maha pemurah lagi maha pemberi karunia, yang mngerjakan apa yang dia kehendaki, yang maha kuasa atas segala Sesuatu. “dan dialah yang maha perkasa,” yang menaklukkan segala sesuatu dan menundukkan kepada kekuasaanya, “lagi maha bijaksana” dalam berbagai perbuatan dan perkataanya yang menjadikan al-quran sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman.
Ayat 10-11 menjelaskan tentang:
Melalui ayat ini allah menerangkan kekuasaannya yang besar atas penciptaan langit, bumi, perkara yang ada didalam keduanya, dan perkara yang ada diantara keduanya. Maka allah berfirman, “dia telah menciptakan langit tanpa tiang “baik terlihat maupun tidak. Penjelalasan masalah ini telah dikemukakan pada permulaan surah ar-ra’d sehinggah tidak perlu lagi diulang lagi disini. “dia menetapkan gunung-gunung dibumi” sebagai pasaknya agar bumi ini tidak menggoyangkan penghuninya. Karena itu, dia berfirman, “agar bumi tidak menggoyangkannya.”
Firman allah ta’ala, “dia mengembangbiakkan segala jenis binatang didalamnya” berarti di telah mengembangbiakkan berbagai jenis binatang yang tidak dapat diketahui jumlah, bentuk, dan jenisnya, kecuali oleh yang telah menciptakannya. Sesungguhnya dia telah mengingatkan manusia bahwa dialah yang maha pemberi rezeki melalui firmannya,” dan kami telah menurunkan air dari langit, lalu kamu menumbuhkan disana segala jenis tumbuhan yang baik,” yakni segala jenis tumbuh-tumbuhan.
Firman allah ta’ala, “inilah ciptaan allah” berarti ciptaan yang bersumber dari penciptaan allah, perbuatan, dan takdirnya semata, tiada sekutu baginya dalam penciptaan itu. Karenanya, allah ta’ala berfirman, “maka perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh orang-orang selain dia,” yaitu “orang-orang” berupa perkara yang kamu sembah dan seru selain allah seperti berhala dan tandingan. “sebenarnya orang-orang yang zalim itu, “yakni orang-orang yang menyukutan allah dan menyembah hal yang lain bersamanya” berada dalam kesesatan “,yakni kebodohan dan kebutaan “yang nyata”, terang, dan jelas.
Ayat 12 menjelaskan:
Para ulama salaf berikhtilaf mengenai luqman: apakah dia seorang nabi atau hambah allah yang saleh tanpa menerimah kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama mendapat bahwa dia adalah hambah allah yang saleh tanpa menerimah kenabian. Menurut ibnu abbas, luqman adalah seseorang hamba berkebangsaan hafsi yang berfropesi sebagai tukang kayu. Sementara jabir bin abdillah mengidentifikasi luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedagkan said bin musayap mengatakan bahwa luqman berasal dari kota sudan, memilki kekuatan, dan mendapat hikmah dari allah, namun dia tidak menerimah kenabian.
Selanjutnya, ibnu jarir berpendapat bahwa luqman adalah seorang hamba sahaya berbangsa hafsi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Satu kali, majikannya berkata kepada luqman, “sembeli domba ini untuk kami” lalu dia menyembelinya si majikan berkata, “ambillah bagian dagingnya yang terbaik” lalu luqman mengambil lidah dan hati dombah. Simajikan diam selama beberapa saat, lalu berkata, “semebelilah dombah untuk kami” lalu dia menyembelinya. Simajikan berkata, “ambillah bagian daging domba yang terburuk” lalu luqman mengambil lidah dan hati dombah. Kemudian sih majikan berkata, aku menyuruhmu mengambil dua bagian dombah yang terbaik, lalu kamu melaksankannya dan akupun menyuruhmu mengeluarkan bagian dombah yang terburuk, lalu kamu mengambil daging yang sama. Luqman berkata, “ sesungguhnya tiada perkara yang lebih baik dari pada lidah dan hatih jika keduanya baik dan tiada yang lebih buruk dari pada lidah dan hati jika keduanya buruk”
Suatu kali dia didatangi seseorang, lalu bertanya, “apa yang dapat mengantarkanmu kepada kebijakan dalam bertutur?” luqman menjawab, “berkata jujur dan tidak mengatakan hal yang tidak penting.”
Dari keterangan diatas jelas bahwa luqman adalah seorang hamba yang menjadi sahaya, dan kesahayaan menghambatnya untuk menjadi nabi, sebab para rasul yang diutus itu berasal dari kalangan keluarga terpandang diantara kaumnya. Karena itu, mayoritas ulama salaf memandang luqman bukan sebagai nabi.
Luqman pun pernah ditanya ihwal prestasi yang dicapainya. Dia menjawab, “hai anak saudaraku, jika engkau menyimak apa yang engkau katakan kepadamu, kamu pun akan berprestasi seperti aku. “lalu luqman berkata, “aku menjaga mengontrol pandanganku, menjaga lidahku, menjaga kesucian makananku, memelihara kemaluanku, berkata jujur, memenuhi janjiku, menghormati tamuku, memelihara hubungan baik dengan tetanggaku, dan meninggalkan perkara yang tidak penting. Itulah yang membuat diriku seperti yang kamu buat.”
Firman allah ta’ala, “sesungguhnya kami telah memberi luqman hikmah,” yaitu pemahaman, ilmu, tuturan yang baik, dan pemahaman islam, walaupun dia bukan nabi dan tidak menerimah wahyu. “yaitu, bersyukurlah kepada allah.” Yakni, kami menyuruhnya bersyukur kepada allah yang maha mulia lagi maha agung atas karunia yang telah diberikan secara khusus kepadanya, tidak diberikan kepada manusia sejenis yang hidup pada masa itu.
Kemudian allah berfirman, “barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri.” Sesungguhnya mamfaat bersyukur itu berpulang kepada orang-orang yang bersyukur itu sendiri, karena allah berfirman, “dan barang siapa yang ingkar maka sesungguhnya allah maha kaya lagi maha terpuji.” Dia tidak membutuhkan hamba dan dia tidak mendapat mudarat jika seluruh penduduk bumi inkar sebab dia tidak membutuhkan perkara selanjutnya. Karena itu, tidak ada tuhan melainkan allah dan kami tidak menyembah kecuali kepadanya.
Ayat 13-15 menjelaskan tentang:
Allah ta’ala memberitahukan tentang pesan lukman kepada anaknya. Nama lengkap lukman ialah lukman ibn anqa’bin sadun, sedang anaknya bernama taran. Demikianlah menurut kisah yang dikemukakan oleh ash suhaili. Pertama tama lukman berpesan agar anaknya menyembah allah yang esa,tiada sekutu baginya. Kemudian dia mewanti wanti anaknya bahwa “sesungguhnya menmpersekutukan itu benar-benar merupakan kezaliman yang besar.” Sirik merupakan perbuatan terzalim diantara kezaliman.
Kemudian lukman membarengkan pesan beribadah kepada allah yang esa dengan berbuat baik kepada kedua orang tua. Dalam surah ini allah berfirman, “dan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah,” yakni semakin bertambah lemah. Ayat “hendaklah para ibu menyusui anaknya dua tahun penuh, bagi siapa yang hendak menyempurnakan peyusuan.” (al baqarah: ayat 233) dari ayat ini, ibnu abbas menyimpulkan bahwa masa minimal kehamilan ialah enam bulan, sebab dalam ayat lain allah berfirman, “mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” Allah menceritakan bahwa perawatan ibu, keletihan, dan kesulitannya terjadi siang dan malam selama bulan-bulan tersebut. Penceritaan ini dimaksudkan agar anak senantiasa teringan akan kebaikan ibu yang telah diberikan kepadanya. Karena itu, allah ta’ala berfirman, “bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya akulah tempat kembali,” karna aku akan membalaskanmu dengan balasan yang banyak.
Firman allah ta’ala, “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui maka janganlah kamu menaati keduanya.” Jika kedua kedua orang tua memaksamu agar mengikuti agamanya maka janganlah menaatinya. Namun, hal itu jangan menghalangimu untuk berbuat baik kepada keduanya. “ ikutilah jalan orang yang kembali kepadaku,” yaitu jalan kaum mukmin. “ kemudian kepada akulah tempat kamu kembali, lalu aku beritahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.”
Dalam kitabul ‘isylah, tabrani meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada sa’ad bin malik, dia berkata, “ ayat” dan apabila keduanya memaksamu …’ diturunkan berkenaan denganku. Dahulu aku seorang laki-laki yang berbakti kepada ibuku. Setelah masuk islam, ibuku berkata, ‘hai sa’ad apa yang kulihat padamu telah mengubahmu. Kamu harus menunggalkan agamamu ini atau aku tidak akan makan dan minum hinggah aku mati. Lalu kamu dipermalukan karenanya dan dikatakan, “hai pembunuh ibu!” aku menjawab, hai ibu, jangan lakukan itu. Sungguh aku tidak akan meninggalkan agamaku ini karena apapun.” Selama sehari semalam dia tidak makan sehingga dia menjadi letih. Tindakannya ini berlanjut hinggah tiga hari sehinggah tubuhnya menjadi letih sekali. Setelah aku melihatnya demikian, aku berkata, ‘ hai ibuku, ketahuilah. Demi allah, jika kamu punya seratus nyawa lalu kamu menghembuskannya satu demi satu maka aku tidak akan meninggalkan agamaku ini karena apapun . engkau dapat makan maupun tidak sesuai dengan kehendakmu. ‘akhirnya, dia pun makan.”
Ayat 16-19 menjelaskan tentang:
Pesan-pesan ini sangat bermamfaat. Pesan ini dikisahkan allah melalui luqmanul hakim agar diteladani dan diikuti oleh manusia. Luqman berkata, “hai anakku, sesungguhnya walaupun ia seberat biji sawi.” Maksudnya, jika kezaliman atau kesalahan itu seberat biji sawi , “niscaya allah akan menampilkannya” pada hari kiamat, lalau membalasnya. Jika seberat biji sawi itu kebaikan maka akan dibalas dengan kebaikan dan bila keburukan maka dibalas pula dengan keburukan. Penggalangan ini seperti firman allah, “barangsiapa yang melakukan kebaikan seberat zarah maka dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang melakukan keburukan seberat zarah maka dia akan melihatnya.” (Az-Zalzalah; 7-8) walaupun zarah itu samar dan tersembunyi diperalatan langit dan bumi, niscaya akan ditampilkan oleh zat yang tidak ada satu kesamaran pun baginya. Karena itu, dia berfirman, “sesungguhnya allah maha halus lagi maha mengetahui.” Yakni, maha halus pengetahuannya atas berbagai perkara yang lembut dan halus, dan maha mengetahui terhadap segala sesuatu, termasuk pada sayap nyamuk didalam gulita. Segala makhluk, baik yang terliahat maupun tidak, adalah diketahui allah.
“hai anakku, dirikin shalat” sejalan dengan kewajiban, hukum, rukun, dan waktunya. “dan suruhlah mansuia mengerjakan yang baik cegahlah dari perbuatan yang munkar” sesuai dengan kesanggupanmu “serta bersabarlah terhadap apa yang menipumu”, sebeb orang yang menyuru terhadap jalan allah, pasti terhadap gangguan. “sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang tetapkan.” Sesungguhnya kesabaran dalam menghadapi gangguan manusia merupakan ketetapan yang diberikan allah kepada para dai.
Firman allah, “dan jangalah kamu memalingkan mukamu dari manusia.” Asal makna sha’ara ialah penyakit yang menimpa leher unta hingga kepalanya borong dan tegang. Lalu unta yang demikian diserupakan dengan orang sombong yang memalingkan wajahnya dari khalayak, tatkala dia berkata kepada mereka atau sebaliknya, karena memandang mereka hina dank arena kesombongannya. Sesungguhnya allah melarang berbuat demikian.
Firman allah, “dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh,” yakni dengan congkak dan sombong. Janganlah kamu berbuat demikian. Allah akan memurkaimu. Karena itu, dia berfirman, “sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membangkan diri ,” yakni yang kagum kepada dirinya dan besar kepala atas orang lain. Penggalan ini seperti firman allah ta’ala, “dan jangalah kamu berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhny kamu tidak akan mampu menembus bumi dan mencapai setinggi gunung.” (Al-Isra: 37)
Firman allah ta’ala, “dan sederhanalah kamu dalam berjalan, yakni tidak lambat tidak pula cepat, namun pertengahan diantara keduanya. Firman allah ta’ala, “dan lunakkanlah suaramu.” Yakni, janglah kamu meninggihkan suara tanpa guna. Karena itu, dia berfirman, “sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” Yakni, tiada suruh yang buruk selain suara yang keras yang diserupakan dengan suara keledai dalam hal melengking dan kerasnya. Disamping buruk, hal itu juga dimurkai disisi allah ta’ala. Penyerupaan suara keras dan suara keledai menetapkan keharaman dan ketercelaannya.
g. Pesan-pesan pendidikan
Pesan pendidikan yang dapat kita ambil dari quran surah luqman: 1-19 yakni dari perkataan luqman kepada anaknya, “hai anakku, kebijakan itu mendudukkan kaum miskin dimajelis para raja. Hai anakku, jika kamu mendatangi suatu perkumpulan manusia, lepaskanlah kepada mereka panah islam, yaitu salam. Kemudian duduklah disisi mereka. Jangalah kamu berbicara hinggah mereka selesai berbicara. Jika mereka tercurah kedalam dzikrullah, tahanlah panahmu bersama mereka ke kaum yang lain .
Selain itu, kita harus tawadhu, berperilaku yang baik, dan congkak.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Luqman merupakan potret orang tua dalam mendidik anaknya dalam menekankan pada ajaran keimanan dan akhlak mulia.
2. Untuk mencapai atau mendapatkan anak yang berkualitas luqman al hakim menggunakan beberapa stategi atau metode dalam mendidik anaknya, yaitu:
a. Pendidikan dengan keteladanan
b. Pendidikan dengan adat kebiasaan
c. Pendidikan dengan nasihat
d. Pendidikan dengan memeberi perhatian
e. Pendidikan dengan memberikan hukuman
3. Setidaknya ada enam konsep pendidikan yang dapat diambil dari kisah luqman ini yang dapat dijadikan sebagai dasar dan acuan dalam mendidik anak. Keenam konsep itu ialah:
a. Pendidikan tauhid atau aqidah
b. Pendidikan ibadah
c. Pendidikan moral
d. Pendidikan etika
e. Pendidikan kepribadian
f. Pendidikan kasih saying
Enam konsep pendidikan tersebut sebagai tujuan pendidikan model luqman al-hakim dan itulah pendidikan islam, akan membentuk pribadi manusia yang sempurna, berilmu, bertanggung jawab, amanat, dan tegak berdiri sebagai manusia berpribadi luhur atau bertaqwa.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Nasib ar-Rifa’I, Taisiru Al-Aliyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Inu Katsir, (Jakarta: GEMA INSANI PRESS, 1999) jilid 3, hal 783-793.
Komentar
Posting Komentar